CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »
Tampilkan postingan dengan label IPA SD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA SD. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2013

Sifat Benda, Perubahan Sifat Benda dan Kegunaannya Kelas III Semester 1


Sifat Benda, Perubahan Sifat Benda dan Kegunaannya
Kelas III Semester 1

Standar Kompetensi :
1.    Memahami sifat-sifat, perubahan sifat benda dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar :
3.1          Mengidentifikasi sifat-sifat benda berdasarkan pengamatan meliputi benda padat, cair dan gas
3.2          Mendeskripsikan perubahan sifat benda (ukuran, bentuk warna, atau rasa) yang dapat diamati akibat dari pembakaran, pemanasan, dan diletakkan di udara terbuka
3.3          Menjelaskan kegunaan benda plastic, kayu, kaca dan kertas

A.  Sifat-Sifat Benda
          Benda dapat dibedakan menjadi tiga golongan sebagai berikut :
·         Benda padat, misalnya batu, kayu, besi, kertas
·         Benda cair, misalnya air, kecap, minyak tanah
·         Benda gas, misalnya udara
1.    Sifat-sifat Benda Padat

     Benda padat mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
a.    Benda padat mempunyai ukuran dan bentuk tetap. Sebuah batu diletakkan di atas meja, kemudian dipindahkan ke dalam air ukurannya tetap. Batu itu tidak bertambah pendek atau bertambah panjang. Begitu pula bentuknya, batu itu tetap tidak mengalami perubahan.
b.    Benda padat mempunyai berat. Sebuah batu bila ditimbang akan tambak bahwa batu itu mempunyai berat, misalnya 1 ons atau 1 kg.
2.    Sifat-sifat Benda Cair

a.    Benda cair bentukya sesuai dengan tempatnya. Air yang dimasukkan ke dalam gelas, bentuknya seperti gelas. Air dalam ember bentuknya seperti ember. Air dalam botol bentuknya seperti botol.
b.    Benda cair isinya tetap. Air yang dimasukkan ke dalam gelas, kemudian dipindahkan ke dalam botol isinya tetap, tidak bertambah dan tidak berkurang.
c.    Benda cair mempunyai berat. Air yang dimasukkan ke dalam plastik kemudian ditimbang akan tampak bahwa air mempunyai berat.
d.   Permukaan benda cair yang tenang selalu mendatar. Air yang dimasukkan ke dalam gelas, ke dalam botol atau ke dalam ember permukaannya selalu datar.
e.    Benda cair mengalir ke tempat yang lebih rendah. Air yang dituang ke tanah akan mengalir ke tempat yang lebih rendah, bukan ke tempat yang lebih tinggi. Sungai mengalir dari daerah pegunungan ke daerah pantai.
3.    Sifat-Sifat Benda Gas

     Benda gas mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
a.    Benda gas mengisi seluruh ruangan yang ada.
·      Bila kita meneteskan minyak wangi di atas telapak tangan maka seluruh ruangan akan mencium baunya.
·  Bila kita meniup balon, maka udara akan mengisi seluruh ruangan di dalam balon.
b.    Benda gas memiliki berat. Dua buah balon yang ditiup hingga menggembung kemudian ditimbang akan tampak sama berat. Tetapi bila salah satu balon dikempiskan, maka timbangan akan tidak seimbang. Udara dalam balon mempunyai berat.
B.   Perubahan Wujud Benda


          Benda dapat berubah wujudnya. Hal yang dapat menyebabkan benda berubah wujudnya misalnya suhu, yaitu panas atau dingin. Diantara benda yang berubah wujud itu ada yang dapat kembali ke wujud semula.
1.    Perubahan wujud benda karena panas.
a.    Perubahan wujud dari pada menjadi cair, disebut mencair.
Contoh :
·         Lilin yang dipanaskan akan menjadi cair.
·         Es yang berubah menjadi cair.
b.    Perubahan wujud cair menjadi uap, disebut menguap.
Contoh :
·         Air yang dimasak akan berubah menjadi uap
·         Minyak angin yang diteteskan akan menjadi uap
2.    Perubahan wujud benda karena dingin
a.    Perubahan wujud cair menjadi padat, disebut membeku.
Contoh :
·         Air didinginkan akan membeku menjadi es
·         Lilin cair yang didinginkan akan menjadi padat
b.    Perubahan wujud dari uap menjadi cair, disebut mengembun.
Contoh :
·         Uap yang didinginkan akan berubah menjadi embun.
·         Air adalah zat cair. Air yang didinginkan akan membeku menjadi es. Es adalah zat padat. Es dapat kembali ke wujud semula, yaitu menjadi cair. Perubahan wujud dari benda padat menjadi benda gas atau sebaliknya disebut menyublim, contoh : kapur barus.
          Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai perubahan wujud benda yang tidak dapat kembali ke wujud semula. Perubahan wujud itu akan menghasilkan benda jenis baru, dan sifat perubahannya tetap. Hal yang menyebabkan terjadinya perubahan wujud benda yang tidak dapat kembali ke wujud semula ada beberapa macam, diantaranya adalah pembakaran, pelapukan, dan pemasakan.
1.    Pembakaran

     Panas dari api dapat menyebabkan benda-benda terbakar. Benda-benda yang terbakar akan berubah bentuk menjadi benda jenis baru. Benda-benda itu tidak dapat kembali ke wujud semula.
     Kayu yang terbakar akan menghasilkan arang dan abu. Arang dan abu mepunyai wujud dan sifat yang lain dari pada wujud yang semula, yaitu kayu. Abu dan arang tidak akan pernah kembali menjadi kayu. Perubahan itu telah menghasilkan benda yang jenisnya baru dan bersifat tetap.
     Kertas yang dibakar akan menghasilkan benda jenis baru, yaitu abu dan asap. Abu dan asap merupakan benda jenis  baru yang bersifat tetap. Abu dan asap tidak akan pernah kembali menjadi kertas. Dalam hal ini terjadi perubahan wujud benda yang tidak dapat kembali ke wujud semula.
2.    Pelapukan

     Kayu yang terus-menerus terkena sinar matahari dan hujan akan mengalami pelapukan. Kayu itu lapuk, artinya rusak, rapuh dan mudah hancur. Kayu yang lapuk tidak dapat kembali ke wujud semula. Bahkan kayu yang lapuk tidak dapat lagi digunakan menjadi barang yang berguna.
     Pelapukan yang terjadi pada makanan dan buah-buahan disebut pembusukan. Makanan yang dibiarkan begitu saja dalam waktu yang lama akan membusuk. Makanan yang membusuk tidak dapat kembali ke wujud semula. Makanan itu rusak dan tidak dapat digunakan lagi.
     Hal-hal yang menyebabkan terjadinya permbusukan antara lain adalah sebagai berikut :
a.    Perubahan waktu.
   Makanan dan buah-buahan yang dibiarkan saja dalam waktu lama akan membusuk.
b.    Adanya hama dan penyakit.
  Hama dan penyakit yang berupa bakteri dan jamur menyebabkan makanan menjadi busuk.
c.    Peristiwa alami dalam benda itu sendiri.
   Artinya bagian-bagian dari makanan atau buah-buahan itu membusuk dengan sendirinya.
3.    Pembusukan.

     Bahan-bahan yang dimasak akan mengalami perubahan yang sifatnya tetap. Bahkan makanan yang sudah dimasak wujud dan sifatnya berbeda dari pada keadaan semula. Bahan-bahan itu tidak dapat kembali seperti semula.
     Beras yang dimasak akan menjadi nasi, wujud nasi berbeda dengan wujud beras. Beras yang semula berwujud kering dan keras, setelah menjadi nasi wujudnya menjadi lunak dan agak lengket.

C.  Sifat Bahan dan Kegunaannya
1.    Sifat bahan
a.    Sifat dan kegunaan kertas
     Kertas ada bermacam-macam jenis. Ada kertas yang sangat tipis, misalnya kertas tissu. Ada kertas yang sangat tebal, misalnya kertas karton. 
        Kertas mempunyai sifat mudah terbakar, tidak tahan terhadap air dan kurang kuat. Kelebihannya adalah bahwa kertas dapat didaur ulang sehingga tidak menimbulkan pencemaran.
    Jenis kertas disesuaikan dengan kegunaannya. Misalnya untuk menyerap keringat digunakan kertas tissu. Sedangkan untuk kemasan barang digunakan kertas karton.
b.     Sifat dan kegunaan plastik
      Platik ada bermacam-macam jenis. Ada plastik yang sangat tipis, misalnya plastik pembungkus gula. Ada plastik yang sangat tebal, misalnya plastik untuk jas hujan.
      Plastik mempunyai sifat ringan, kedap air, awet, dan tahan lama. Kekurangannya adalah bahwa plastik tidak dapat mengalami pembusukan, sehingga dapat menimbulkan pencemaran.
       Jenis plastik disesuaikan dengan kegunaannya. Untuk membungkus minyak cukup digunakan plastik yang tipis. Sedangkan untuk membuat jas hujan digunakan plastik yang tebal.
c.    Sifat dan kegunaan kain
    Kain ada bermacam-macam jenis, misalnya kain katun, tetron, sutera, dan kain wol. Kain-kain itu ada yang tipis, tebal, halus, kasar, lemas, dan ada pula yang kaku.
   Kain mempunyai sifat lentur, mudah dibentuk, dan ringan. Kekurangannya ialah bahwa kain tidak dapat membusuk, sehingga dapat menyebabkan pencemaran.
       Jenis kain disesuaikan dengan kegunaannya. Untuk membuat sapu tangan diggunakan kain yang tipis, lemas, dam dapat menyerap keringat. Untuk pakaian di daerah dingin orang memilih kain yang tebal, sehingga terasa hangat saat dipakai.
d.   Sifat dan kegunaan karet
        Karet mempunyai sifat lentur, tidak dapat pecah, dan kedap air. Kekurangannya ialah bahwa karet dapat meleleh karena panas dan tidak dapat membusuk, sehingga dapat menimbulkan pencemaran.
          Karet banyak digunakan untuk membuat bola, mainan anak-anak dan ban kendaraan.
e.    Sifat dan kegunaan logam
      Logam ada bermacam-macam jenis, misalnya besi, baja, alumunium, tembaga, kuningan, dan sebagainya. Logam mempunyai sifat kuat, tahan lama, dan kedap air. Logam juga merupakan penghantar panas dan penghantar listrik yang baik.
       Jenis logam disesuaikan dengan kegunaannya. Misalnya untuk alat-alat yang cepat menghantarkan panas digunakan alumunium. Untuk alat-alat yang menghantarkan listrik digunakan bahan dari tembaga. Sedangkan untuk bahan-bahan bangunan digunakan besi dan baja.
f.    Sifat dan kegunaan kaca
          Kaca mempunyai sifat kedap air dan tahan lama. Kekurangannya adalah bahwa kaca cukup berat, tidak tahan terhadap goncangan, tidak tahan terhadap suhu yang terlalu panas atau dingin. Kaca dibuat menjadi bahan gelas, kaca jendela, kaca rias, dan botol.
2.    Hubungan Sifat Bahan dan Kegunaannya
     Ada hubungan yang erat antara sifat bahan dan kegunaannya. Membuat suatu benda harus mengetahui sifat bahan yang akan digunakan :
     Kertas adalah benda yang tidak tahan terhadap air. Kertas ada bermacam-macam jenis yaitu :
·   Kertas yang mudah menyerap air ialah kertas tissue dan kertas buram.
·         Kertas yang agak sulit menyerap air ialah kertas tulis.
·         Kertas yang agak sulit menyerap air ialah kertas tulis
·         Kertas yang tidak mudah menyerap air misalnya karton.
     Kemasan makanan dan minuman dibuat dari bermacam-macam bahan sesuai dengan sifatnya.
·  Membungkus makanan kering untuk waktu sementara dapat digunakan kertas.
·   Membungkus minuman untuk waktu sementara digunakan plastik tips. 
·   Membungus makanan ringan untuk waktu yang lama digunakan plastik yang tebal.
·    Membungkus minuman, misalnya susu cair untuk waktu yang lama digunakan kertas yang dilapisi dengan alumunium.
·      Membungkus makanan yang mudah rusak, misalnya permen dan roti untuk waktu yang lama digunakan lembaran alumunium yang sangat tipis.
     Alat-alat rumah tangga ada bermacam-macam jenis. Alat-alat itu dibuat dari bermacam-macam bahan sesuai kegunaannya.
·  Alat-alat memasak seperti panci dan penggorengan dibuat dari alumunium. Karena alumunium dapat menghantarkan panas dengan baik dan ringan.
·     Alat-alat pengaduk seperti sendok dibuat dari campuran besi, karena harus kuat, tidak mudah patah, dan tidak meleleh karena panas.
·        Pegangan alat-alat memasak dan alat-alat pengaduk dibuat dari kayu atau plastik. Karena kayu dan plastik tidak menghantarkan panas, sehingga ketika dipegang tidak terasa panas.
·         Banyak alat-alat rumah tangga yang dibuat dari platik misalnya gelas, piring, tempat air, stoples, tempat sampah dan lain-lain.  Plastik dipilih untuk membuat alat-alat itu karena plsatik ringan, tidak mudah patah, dan kedap air.

Sumber :

Sabtu, 04 Mei 2013

Bagian-bagian Tumbuhan dan Fungsinya Kelas IV Semester 1


BAGIAN – BAGIAN TUMBUHAN DAN FUNGSINYA
IPA Kelas IV Semester 1

Standar Kompetensi :
2. Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya
Kompetensi Dasar :
2.1 Menjelaskan hubungan antara struktur akar tumbuhan dengan fungsinya
2.2 Menjelaskan hubungan antara struktur batang tumbuhan dengan fungsinya
2.3 Menjelaskan hubungan antara struktur daun tumbuhan dengan fungsinya
2.4 Menjelaskan hubungan antara struktur bunga tumbuhan dengan fungsinya

            Tumbuhan termasuk dalam makhluk hidup. Karena tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang. Seperti halnya makhluk hidup lain, tumbuhan juga memiliki bagian-bagian yang penting. Bagian-bagian tersebut memiliki fungsi masing-masing dalam proses kehidupannya. Bagian-bagian tersebut antara lain akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.

A. Akar


            Akar merupakan bagian tumbuhan yang penting. Akar berada di dalam tanah. Fungsi atau kegunaan akar adalah sebagai berikut :
1.     Menancapkan tumbuhan ke dalam tanah
2.     Menyerap air dan mineral dari dalam tanah
3.     Sebagai tempat menyimpan makanan, misalnya pada tanaman wortel. lobak, dan ubi kayu.
4.     Membantu penyerapan oksigen di udara, seperti pada tumbuhan bakau.
            Akar terdiri dari beberapa bagian yaitu :
1.     Rambut akar (bulu akar) berguna untuk menyerap air dan mineral dari dalam tanah
2.     Tudung akar, berguna untuk melindungi akar pada waktu menembus tanah.
            Menurut bentuknya, akar dapat dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut :
1.     Akar serabut, yaitu akar dari tumbuhan yang bijinya berkeping satu, misalnya akar kelapa, akar pepaya. Akar serabut berbentuk seperti serabut. Semua bagian akar keluar dari pangkal batang. Ukuran bagian pangkal dan ujung akar serabut hampir sama.
2.     Akar Tunggang, yaitu akar dari tumbuhan yang bijinya berkeping dua, misalnya akar kopi, mangga, dan asam. Akar tunggang mempunyai akar pokok. Akar pokok itu bercabang-cabang sehingga menjadi akar-akar yang lebih kecil.Tetapi, tumbuhan berkeping dua yang ditanam dengan cara dicangkok tidak mempunyai akar tunggang. Tumbuhan berkeping dua yang dicangkok akan mempunyai akar serabut.
            Ada beberapa tumbuhan yang mempunyai akar khusus. Akar itu mempunyai sifat dan kegunaan khusus. Beberapa akar khusus adalah sebagai berikut :
1.     Akar Gantung. Akar gantung tumbuh pada bagian tumbuhan yang berada di atas tanah. Akar itu kemudian menggantung di udara, misalnya akar gantung pada pohon beringin.
2.     Akar Pelekat. Akar pelekat tumbuh pada bagian batang. Akar tersebut berguna untuk menempelkan tumbuhan itu pada kayu, tembok, atau tumbuhan lain, misalnya akar pada tumbuhan sirih dan lada.
3.     Akar Tunjang. Akar tunjang tumbuh pada bagian bawah batang. Akar itu tumbuh ke segala arah, gunanya untuk menunjang agar batang tidak rebah, misalnya akar pada pohon pandan.
4.     Akar Napas. Akar napas merupakan cabang-cabang dari akar tumbuhan tersebut. Akar itu tumbuh ke atas sehingga muncul di permukaan tanah atau air. Akar napas berguna untuk keluar masuknya udara ke dalam tumbuhan, misalnya akar pohon bakau.

B. Batang


            Batang merupakan bagian tumbuhan yang berada di atas tanah. Batang mempunyai kegunaan yaitu :
1.     Sebagai tempat tumbuh daun, bunga, dan buah
2.     Sebagai pengangkut air dan mineral dari akar ke daun
3.     Sebagai tempat menyimpan cadangan makanan, misalnya ketela rambat dan sagu.
            Ada tiga jenis batang yaitu :
1.     Batang basah, yaitu batang tumbuhan yang lunak dan berair, misalnya batang tanaman bayam.
2.     Batang berkayu, yaitu batang tumbuhan yang terdiri dari kayu, misalnya batang pohon mangga.
3.     Batang rumput, yaitu batang tumbuhan yang beruas-ruas dan berongga, misalnya batang padi dan rumput.

C. Daun


            Daun adalah bagian tumbuhan yang tumbuh pada batang. Daun pada umumnya berwarna hijau. Ada daun yang berwarna hijau muda, ada yang berwarna hijau tua. Ada pula daun yang tidak berwarna hijau, misalnya daun pada tanaman puring.
            Fungsi atau kegunaan daun adalah sebagai berikut:
1.     Untuk melakukan pernapasan
2.     Sebagai tempat pembuatan makanan
3.     Tempat terjadinya penguapan
            Bentuk daun berdasarkan susunan tulang daunnya ada 4 (empat) macam, sebagai berikut :


1.     Bertulang menyirip, bentuknya seperti susunan sirip ikan. Contoh daun mangga, jambu, dan nangka.
2.     Bertulang menjari, bentuknya seperti jari-jari tangan. Contoh daun pepaya, daun singkong, dan daun kapas.
3.     Bertulang melengkung, bentuknya berupa garis-garis melengkung, contoh daun genjer.
4.     Bertulang sejajar, bentuknya berupa garis-garis sejajar, contoh daun padi dan daun jagung.
            Jenis daun berdasarkan jumlah helai daun pada tangkai daun ada dua, sebagai berikut :
1.     Daun Tunggal. Bila pada sebatang tangkai daun hanya terdapat satu helai daun, misalnya daun singkong, daun pepaya, dan daun pisang.
2.     Daun Mejamuk. Bila pada sebatang tangkai daun terdapat beberpaa helai daun, misalnya daun belimbing, daun asam, dan daun mawar.

D. Bunga


            Bunga pada tumbuhan berbagai macam bentuk dan warnanya. Ada bunga yang berwarna putih, kuning, merah, dan ungu. Fungsi atau kegunaan bunga  adalah sebagai alat  berkembang biakan. Bunga dapat dibedakan menjadi dua, sebagai berikut :
1.     Bunga tidak sempurna. Bunga yang hanya mempunyai benang sari saja atau putik saja. Bunga yang hanya mempunyai benang sari saja disebut bunga jantan. Bunga hanya mempunyai putik saja disebut bunga betina.
2.     Bunga sempurna. Bunga yang mempunyai benang sari dan putik. Bunga sempurna terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut :
a.     Tangkai bunga, yaitu bagian yang menghubungkan antara batang dengan bunga.
b.    Kelopak bunga, yaitu bagian yang gunanya untuk melindungi ketika bunga masih kuncup. Kelopak bunga berwarna hijau, bentuknya menyerupai daun. Kelopak bunga akan membelah bila bunga mekar.
c.    Mahkota bunga, yaitu bagian bunga yang indah. Mahkota biasanya bentuknya menarik dan berwarna-warni. Mahkota bunga berguna untuk menarik perhatian serangga.
d.    Benang sari, yaitu alat kelamin jantan bunga, berguna sebagai alat perkembangbiakan.
e.     Putik, yaitu alat kelamin betina bunga. Berguna sebagai alat perkembang biakan.

E. Buah dan Biji


            Buah merupakan bagian tumbuhan yang berfungsi melindungi biji. Buah ada yang berdaging, contohnya buah mangga dan buah apel. Buah terdiri atas :
1.     Daging buah
2.     Biji. Biji merupakan hasil dari pembuahan yang terjadi akibat penyerbukan antara serbuk sari dan putik. Jika biji ditanam akan tumbuh menjadi tumbuhan baru.
            Biji dibedakan menjadi :
1.     Biji berkeping satu (monokotil)
2.     Biji berkeping dua (dikotil)
            Selain itu ada juga buah yang tidak berdaging.


Sumber :
Rositawaty, S. 2008. Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam 4. Jakarta : Pusat Perbukuan Pendidikan Nasional.